|
|
|
Articles
|
|
Yang Mesti Diwaspadai Menjelang Pernikahan (Bagian 3)
|
{...sebelumnya di bagian 1
dan 2
Tak semua wanita melakukan persiapan medis menjelang perkawinan.
Padahal, risiko atau bahaya medis yang diperkirakan bakal muncul
setelah perkawinan bisa dicegah, kok. Nah, penyakit dan kelainan
apa saja yang harus diwaspadai sebelum perkawinan?
- Selaput dara tak berlubang
- Nyeri haid
- Endometriosis
- Keputihan
- Waspadai anyang-anyangan ...}
- Cedera keluar darah dari vagina
Bisa saja terjadi, entah sehabis menunggang kuda, lompat jangkit,
jatuh terduduk, yang sampai mencederai selaput dara. Tandanya
sehabis cedera, keluar darah segar dari vagina. Kemungkinan
selaput dara terkoyak.
Hal lain, seorang gadis kehilangan kedaraannya jika pernah
diperkosa. Di Indonesia, kasus kehilangan keperawanan sering
masih bermasalah, sebab masih lebih banyak calon suami
mempermasalahkan keutuhan selaput dara calon istri, dan tidak
mau menerima jika calon istri sudah tidak virgin lagi.
Itu sebab kasus belum menikah sudah tidak virgin harus memikul
masalah. Mengaku kepada calon suami kalau sudah tidak perawan,
kemungkinan besar hubungan akan diputuskan. Tidak mengaku,
hanya menunda datangnya masalah, sebab tentu akan ketahuan juga
setelah malam pertama. Dan ini dilematis.
Pada kasus sudah tidak gadis yang bukan lantaran kesengajaan
atau ulah sendiri nekat melakukan seks bebas, agaknya perlu
dipertimbangkan untuk minta visum et repertum langsung begitu
cedera selaput dara terjadi. Visum menjadi alat bukti bahwa
sudah tidak utuhnya selaput dara bukan akibat seks bebas.
- Penyebab bayi cacat
Kita mengenal pemeriksaan TORCH untuk mendeteksi kemungkinan
adanya empat penyakit pada wanita, yakni toksoplasmosis, rubella
(campak Jerman), cytomegallo virus, dan herpes kelamin, yang
bisa bikin bayi dalam kandungan cacat.
Sebaiknya, lakukan pemeriksaan TORCH sebelum kehamilan. Sayang,
biayanya masih tinggi (sekitar Rp 1 juta). Bisa saja mereka yang
berisiko tinggi tertular saja yang perlu memeriksakannya,
misalnya mereka yang bergaul dengan kucing sejak kecil, tidak
diimunisasi campak Jerman (MMR) waktu kecil, aktif dan sering
berganti pasangan seks, atau melakukan seks bebas.
Di luar pemeriksaan itu, jika merasa pernah berkontak dengan
pasangan seks yang mengidap penyakit syphilis, atau diduga
berpenyakit itu, atau pernah kontak kencing nanah (gejalanya
keputihan berwarna susu seperti jamur juga), tidak ada salahnya
memastikan dengan melakukan pemeriksaan darah dan keputihan.
- Apa pemeriksaan penting lain?
Yang tak kurang penting tentu pemeriksaan golongan darah. Selain
faktor ABO darah, juga faktor rhesus. Ketidaksesuain rhesus,
selain ketidaksesuaian golongan darah ABO, bisa bermasalah untuk
komposisi pasangan. Maka, sebaiknya perlu tahu sebelum terjadi
apa-apa.
Pemeriksaan dan konseling genetik perlu dilakukan jika ada
kecurigaan calon pasangan memiliki penyakit bawaan, seperti
kelainan darah dalam keluarganya, apalagi jika menikah dengan
kerabat dari garis darah yang berdekatan. Gen lemah dan cacat
yang bertemu dengan gen lemah dan cacat yang sama akan melahirkan
keturunan yang cacat, dan ini sering terjadi jika menikah dengan
garis darah yang dekat (incest).
Tak lupa, pastikan apa sudah kebal terhadap Hepatitis B. Ibu
hamil dengan Hepatitis B bisa berpengaruh buruk terhadap bayi
yang dikandung. Itu maka, kepastian apakah mengidap virus
Hepatitis B, yang sering tanpa keluhan dan gejala nyata, perlu
dilakukan jauh hari sebelum menikah.
|
|
[Sumber: sehat-ituindah.blogspot.com]
|
|
|