|
|
|
Articles
|
|
Yang Mesti Diwaspadai Menjelang Pernikahan (Bagian 1)
|
Tak semua wanita melakukan persiapan medis menjelang perkawinan.
Padahal, risiko atau bahaya medis yang diperkirakan bakal muncul
setelah perkawinan bisa dicegah, kok. Nah, penyakit dan kelainan
apa saja yang harus diwaspadai sebelum perkawinan?
- Selaput dara tak berlubang
Kasus ini tak banyak, namun jika anak perempuan usia lebih 18
tahun belum juga haid, harus dicurigai selaput daranya tak
berlubang. Normalnya, selaput dara ada lubang-lubangnya, tempat
darah haid keluar dari liang rahim. Jika selaput dara rapat
tanpa lubang, kendati menstruasi sudah berlangsung, darah haid
tidak dapat mengalir keluar dan tertahan di belakang selaput
dara di dalam saluran vagina.
Itu berarti, jika haid dimulai sejak usia 12 tahun, darah haid
akan menumpuk di saluran vagina. Lama-lama, tumpukan darah haid
meluap sampai ke rahim, lalu ke saluran telur, dan seluruh
saluran reproduksi terisi darah haid. Tak sulit mengetahui
apakah selaput dara tak berlubang. Tampak benjolan menyerupai
balon berwarna hitam ungu di liang kemaluan jika kedua bibir
kemaluan direkahkan. Terapinya dengan membuat sayatan pada
selaput dara untuk mengalirkan tumpukan darah yang menumpuk di
dalam saluran vagina, atau sudah sampai rahim, dan saluran telur.
- Nyeri haid
Nyeri haid bisa primer, jika sudah ada keluhan sejak pertama kali
haid (menarche). Biasanya tak ada hubungannya dengan kandungan.
Sifatnya nyeri kejang berjangkit-jangkit, terasa di perut bawah,
menjalar ke pinggang dan paha, mungkin disertai mual dan muntah,
serta nyeri kepala. Jika hebat, bisa sampai kolik melilit.
Jika nyeri haid primer umumnya tak ada hubungan dengan kandungan,
nyeri haid luar biasa yang disebut dismenorrhoe sekunder biasanya
berhubungan dengan adanya penyakit kandungan. Mungkin ada
peradangan saluran telur (salphingitis), tumor rahim, menyempitnya
leher rahim, atau oleh adanya endometriosis. Semua kelainan ini
sebaiknya dikoreksi. Mungkin belum tentu mengganggu kesuburan, dan
masih mungkin untuk hamil, namun bisa pula mengganggu kehamilan
yang sudah terbentuk, jika dibiarkan.
Jika dari pemeriksaan pemindaian organ reproduksi tidak ditemukan
adanya kelainan, kemungkinan hanya gangguan fungsional belaka.
Artinya, organ reproduksinya normal, tapi fungsinya yang terganggu.
Misal, jika ada gangguan di dalam indung telur (persistensi folikel)
atau mengidap endometriosis.
- Endometriosis
Normalnya, lapisan endometrium hanya tumbuh di dalam dinding rahim.
Karena sesuatu sebab, lapisan subur tempat tumbuhnya mudigah ini
bisa tersasar ke organ atau bagian tubuh lain di luar rahim.
Endometrium yang tersasar ini disebut endometriosis. Sekurang-
kurangnya ada 10 lokasi di dalam tubuh yang sering ditumbuhi
endometriosis, dari indung telur, saluran telur, dinding belakang
rahim, vagina, saluran selangkangan, usus buntu, pusar, leher rahim,
dinding perut, dan bagian otot.
Endometriosis banyak ditemukan pada wanita usia kurang dari 30
tahun. Alasan medisnya, sepanjang daur haid, haid tak pernah jeda
diselingi masa kehamilan. Penyebab lain, ada jaringan endometrium
yang tumpah ke rongga perut dan berceceran ke mana-mana bagian
tubuh, misal sewaktu dilakukan pengerokan rahim atau tindakan
menstrual regulation (MR).
Penyakit endometeriois banyak menimpa kalangan sosioekonomi tinggi,
wanita lajang, dan ibu dengan sedikit anak. Gejalanya khas, nyeri
haid hebat. Nyeri sudah timbul menjelang, selama, dan sesudah haid.
Untuk menyembuhkannya adalah dengan hamil. Kehamilan menyembuhkan
endometriosis-nya, sedang endometriosis yang tak diobati
menjadikan wanita sulit hamil.
Dengan pemeriksaan laparoskopi, dokter dapat menemukan lokasi
endometriosis-nya. Biasanya dengan pemberian obat hormon,
endometriosis dapat dijinakkan. Tindakan bedah membuang indung
telur dilakukan jika obat hormon tak menolong, dan jika pasien
sudah tak lagi menghendaki kehamilan.
berikutnya di bagian 2: Keputihan, dan Waspadai anyang-anyangan.
bagian 3 (akhir): Cedera keluar darah dari vagina, dan
Penyebab bayi cacat.
|
|
[bersambung ke bagian 2 ...]
|
|
|